Bandung Travelling

Tanpa ada perencanaan sebelumnya, libur 3 hari, jumat, sabtu, minggu (2-4 April 2010) ini sy manfaatkan bersama istri saya untuk jalan-jalan ke Bandung, karena waktu nya cuma 3 hari jadi kita pilih tempat yang tidak terlalu jauh sehingga bisa memanfaatkan liburan dengan passs, jadilah kita pilih Bandung, sebenarnya ini adalah travelling kami yang kedua kalinya, sebelumnya pada Desember akhir 2008 lalu kami juga travelling ke bandung.

Rencana memang kami travelling dengan ala Back Packer, Berangkat dengan menggunakan Bus Travel “Baraya Travel” dari Pool Jati Waringin dengan biaya Rp 48.000, sebenarnya harga tersebut relatif lebih murah dibanding dengan brand merk lainnya seperti X-Trans, Cipaganti dan lainnya.

Sesampai ditujuan, kami langsung mencari penginapan atau hotel, yang kami cari ialah hotel yang dekat dengan jalan yang dilewati angkutan umum sehingga akan memudahkan bagi kami untuk jalan-jalan, kami mencoba ke daerah JL. Pasir Kaliki (PasKal) deket Station KA Hall Bandung, dan kami akhirnya memutuskan di Hotel Guci jl Pasir Kaliki berdekatan dengan Jelita Parahyangan tempat kami dulu menginap tahun 2008.

Hotel ini terlihat dari depan sangat menarik dengan arsitektur bergaya minimalis contemporer, akhirnya kami memutuskan untuk menginap selama 2 hari check in hari jumat sampai minggu siang. Untuk menghemat kami ambil standar single dengan single bed dan tidak mengambil extra bed, lumayan utk berdua suami istri sudah cukup ukuran segitu dengan harga 265 ribu permalam non AC.

Kamar dalamnya cukup bersih ada lemari pakaiannya juga ada tv kabelnya juga plus air hangat. Dibagian dalam hotel ini terdapat kolam renang anak yg cukup tidak terlalu besar, didalamnya juga terdapat tempat tertutup bergaya green roof yang bisa dipakai untuk resepsi. Breakfastnya mantap all you can eat, boleh ambil sepuasnya :D.

Hari pertama malamnya, kami habiskan untuk berjalan-jalan disekitar hotel dan pasir kaliki, disitu terdapat Mall Istana Plaza dan KFC.

Hari berikutnya, hari sabtu. kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Ciwideuy Bandung Selatan. Perjalanan ke Ciwideuy cukup jauh memakan waktu 3 jam untuk berangkatnya.

10 Jam Pertama

Hari itu tampak begitu cerahnya, karena sang surya dengan jelas berada diatas kepala ku. Teriknya matahari sangat menyengat dikulitku, yang ketika itu hanya mengenakan kemeja pendek putih. Jam ditangan ku menunjukkan pukul 12:30 siang pada tanggal 5 juli 2008, selepas acara sunatan massal di Masjid Al-Muhajirin ku langsung bergegas pulang kerumah untuk bersiap-siap untuk melanjutkan aktifitas berikutnya. Istri ku yang kala itu sudah menunggu dirumah, tengah mempersiapkan perlengkapan yang harus kami bawa. Rencananya kami akan ke pergi ke daerah Jatinangor, kampus UNPAD (Universitas Padjajaran) tempat kakak ipar ku kost melanjutkan studi S2 nya. Kakak ipar ku mengajak kami, istri dan anaknya, mertua ku dan istri ku untuk berlibur di ‘kediaman’nya di sekitar kampus UNPAD. Mertua ku dan kakak iparku berserta istri dan anaknya berangkat duluan sekitar jam 10 pagi. Aku dan istri ku berangkat menyusul kemudian, setelah mengikuti acara di Masjid.

Baju, celana, handuk, alat mandi dan perlengkapan lainnya kami masukkan kedalam satu daypack berwarna hitam. Sedangkan makanan dan minuman dimasukkan kedalam tas kecil istri ku. Setelah dirasa cukup perlengkapan yang kami bawa untuk keperluan 1 hari 1 malam, kami langsung berangkat pukul 14:00, sandal jepit gunung kesukaanku merk eiger menemani ku dalam melangkah menuju jalan raya pondok gede. Tampak ceria sekali wajah istriku kala itu, maklum saja ini adalah bakal jadi perjalanan panjang kami setelah menikah, he..he.. maklum pengantin baru masih senang-senangnya jalan berduaan, kami menikah tanpa didului yang namanya proses pacaran. Alangkah indahnya pacaran setelah menikah, kita akan menemukan hal-hal yang baru yang sebelum kita belum temukan, kita tidak perlu ragu untuk memegang tangannya bahkan menjadi tempat sandaran kepala bagi dia, hal yang sebelumnya dilarang dalam agama sekarang dihalalkan bagi kita karena dia adalah pacarku dan istriku juga.

Kami awali perjalanan kami dengan menaiki angkot coklat K02 ke arah terminal bekasi, nampak istriku kelelahan dan sedikit terlelap dibahu kiriku, karena sebelumnya istri ikut membantu acara di Masjid. Sesampainya diterminal bekasi, kami langsung mencari bus-bus luar kota tetapi kami harus jalan beberapa meter dulu untuk dapat sampai. Sempat kakak ipar ku hari sebelumnya kasih informasi ancar-ancar angkot untuk menuju kampus UNPAD, dia bilang naik bus yang ke arah sumedang itu katanya lewat Unpad, atau ke arah cimahi turun di Cileunyi trs lanjut naik angkot kecil lagi begitu katanya pasti, tanpa ku bertanya kritis lagi, dan dengan pembawaan yang yakin kami menuju terminal bus.

Sesampainya diterminal, seperti layaknya yang namanya terminal-terminal lainnya, banyak sekali calo-calo bus menawarkan ‘keahliannya’ dalam menggaet calon penumpang dengan menyebut-nyebut bus jurusannya. Sontak yang teringat dipikiran ku langsung menyebutkan nama Sumedang, maksudnya biar langsung gak perlu naik angkot lagi setelah itu.
calo bus: “sumedang.. sumedang langsung berangkat..”
Pandangan kami langsung tertuju kepada bus 3/4 disebelah kanan kami, lalu aku tanyakan
aku: “lewat kampus UNPAD”,
calo bus: “unpad ?” (mungkin bingung)
aku: “iya. universitas padjajaran yang di jatinangor”
calo bus: “iya. lewat-lewat”
mendengar bus 3/4 tadi lewat kampus UNPAD, langsung aku melihat kaca depan bus tersebut bertuliskan “Bekasi – Wado”. Dalam pikiranku bertanya “Wado, daerah mana itu ?”, karena telah mendengar sayu-sayu calo bus tadi bilang lewat, tanpa pikir panjang lagi kami langsung menaiki anak tangga bus tersebut, dan ternyata kami penjadi penumpang pertama yang ada dibus tersebut, aku berpikir “Kalo begini kejadian, kapan berangkatnya tapi yah sudahlah menunggu saja dan nikmat perjalanan ini” kata ku. Aku langsung rebahkan daypack ku yang dari tadi kupanggul dengan gagahnya, ku letakkan diatas pahaku untuk mencoba beristirahat sejenak

still on progress…