Macro Excel : Looping Within Column and Row

Macro Excel :

Menulis sebuah string perulangan diantara kolom (misal Kolom C sampai G) dan baris (misal Baris 3 sampai 6) dengan menggunakan Index,
berikut Macro nya ::

Sub LoopingWithinRowColumn()
Dim i  As Integer
Dim j As Integer

For i = 3 To 6
For j = 3 To 7
Cells(i, j).Value = “hallo”
Next j
Next i
End Sub

Advertisements

PHP dan Oracle

Mendapatkan tantangan sebuah project baru dengan menggunakan PHP dan database Oracle dimana sebelumnya blm pernah tidak perlu risau, ambil saja gan, setelah itu baru cari tahu gimana caranya hehehe :D.

Karena pada dasarnya PHP menggunakan MySQL tidak jauh berbeda dengan PHP menggunakan Oracle.

Untuk sebuah development environment di pc /laptop yang berbasis Windows OS,

1. Download dan Install Oracle yang versi XE seperti Oracle 11g XE (Express Edition),
silahkan download di Official Site nya ,

2. Setelah diinstall, jalankan Start Database pada Folder Start Menu Oracle Database 11g Express Edition

3. Kemudian Jalankan Get Started XE

4. Setelah itu persiapkan Apache dan PHP nya, silahkan Download dan Install Xampp for Windowsnya

5. Setelah terinstall xamppnya. Edit file php.ini pada folder installation xampp > PHP
hapus comment (//) extension=php_oci8.dll, kemudian save. dan Start Apache nya

My Site Has Been Hacked

Kaget pada hari ini hari rabu, 28 september 2011, pas melihat website pribadi saya http://rhantoro.net ternyata sudah dihacked oleh seseorang.

Untungnya hanya dideface saja alias diubah tampilan index.phpnya oleh sang hacker dan tidak merusak file-file yang lain terutama database,
Ternyata sy telusuri di internet, di hacked oleh id Max_Blue dan ternyata masih anak SMA di Padang dan ternyata juga nih anak suka isengin beberapa website-website orang lain.
Saya anggap nih anak masih belajar cara-cara meng hack dimulai dengan cara men-deface terlebih dahulu.

Untungnya saya masih punya file index.php di laptop, terus sy upload lagi filenya.

So far, membuat sy cukup aware tentang celah security yang musti saya patch

 

Karrimor Border 10

Awalnya sy gak berniat untuk nyari sepatu trackking atau sepatu untuk hiking, karena dikantor diadakan acara outbound maka sy mulailah mencari gear khususnya sepatu dan celana krn memang sepatu sy hanya punya sepatu untuk jogging atau pun lari, segeralah sy hunting khususnya sepatu ke toko outdoor atau perlengkapan yg menjual alat-alat untuk mendaki gunung.

karrimor-logo

Disebuah toko outdoor yg letaknya gak jauh dari kantor sy, disitu sy melihat sepatu yg menurut sy cukup bagus dari segi bentuk dan fungsinya, mereknya KARRIMOR, namun sayang ukurannya terlalu besar dikaki saya yg ada hanya ukuran 44 dan tidak ada stok lagi hanya ada 1 stok yg didisplay saja, harganya yg ditawarkan Rp 340 ribu.

Meskipun sy blm dapat sepatu yg terpenting sy mendapatkan sebuah merek yaitu KARRIMOR, kemudian sy browsing di internet tentang brand tsb ternyata memang brand dari luar negeri yaitu dari negerinya David Beckham (UK) dan spesialis dibidang peralatan outdoor  dan sepatu hike maupun track dan juga yang saya suka yaitu model-model sepatu nya kokoh dan kuat tapi sebenarnya kalo dipakai dikaki ringan.

Berikutnya saya coba hunting dikaskus, tapi blm mendapatkan model yg disuka dan terutama ukurannya yg tidak byk, rata-rata ukurannya 44 dan 45, berikutnya sy coba iseng-iseng nyari di Pasaraya Blok M Jakarta Selatan dilantai khusus peralatan olahraga, dan tercengang melihat harganya Rp. 750 ribu wow harga yg cukup mahal menurut sy meskipun jenis dan ukurannya sudah ketemu yaitu Karrimor Summit 00 ukurang 42 alhasil tidak mendapatkan apa-apa alias tdk jadi beli 😀

Hari sudah semakin dekat dengan hari pelaksanaan outbound, sy coba browsing lagi di kaskus berharap ada barang yg sesuai. Ada sebuah thread, dia menjual sepatu karrimor namun utk jenis dan ukuran 42 di page tidak ada,sy coba sms orang tsb, katanya ada ukuran 42,5 jenis karrimor border 10 warna abu-abu tapi blm diupload gambarnya, sy cari tahu lagi jenis dan warna tsb di internet namun sy tdk mendapatkan gambar pastinya hanya mendekati saja.

Sy coba COD di Tanjung Barat, malam sebelum besoknya berangkat meskipun sy blm tau penampakan gambar sepatu tsb, dlm pikiran saya kalo barangnya ternyata OK langsung sy bayar tapi kalo ternyata gak OK ya sudah tidak dapat apa-apa, ternyata pas ketemu saya langsung suka sama nih barang dan ukurannya juga gak terlalu besar dan gak terlalu kecil alias pas dikaki dan juga pas dihati 😀 harga Rp 350 ribu.

berikut gambar-gambarnya :

Karrimor Border 10 Warna Pecan

Karrimor Border 10 Warna Pecan, Samping

Karrimor Border 10 Warna Pecan, Depan

Karrimor Border 10 Warna Pecan, Susun

Storage Disk Size

Bit (b) adalah satuan bilangan biner, hanya bisa berisi angka 1 (satu) atau 0 (nol), tidak ada lainnya. Jadi “100” adalah bilangan 4 bit, “110000” adalah 0, “1000001” adalah 65 karakter ascii adalah A

Byte (B) adalah satuan sebuah karakter, bisa berupa angka, huruf atau simbol lainnya. 1 Byte dilambangkan dengan bilangan biner 8 bit. Jadi 1 byte = 8 bit. Byte dapat berisi angka, huruf, tanda baca atau karakter khusus. Ada 256 macam karakter yang mungkin, yang diatur dalam tabel ASCII bilangan 8 bit.

1 Byte (B) = 8 Bit (b)

1 Kilo Byte (KB) = 1024 Byte

1 Mega Byte (MB) = 1024 Kilo Byte

1 Giga Byte (GB) = 1024 Mega Byte

1 Tera Byte (TB) = 1024 Giga Byte

1 Peta Byte (PB) = 1024 Tera Byte

1 Exa Byte (EB) = 1024 Peta Byte

1 Zetta Byte (ZB) = 1024 Exa Byte

1 Yotta Byte (YB) = 1024 Zetta Byte

Ahmad Izzah – Sebuah Hidayah yang Menyentuh hati

Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan. Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika ‘algojo penjara’ itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu ‘jenggel’ milik tuan Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat di wajah mereka. Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci. “Hai…hentikan suara jelekmu! Hentikan…!” Teriak Roberto sekeras-kerannya sembari membelalakan mata. Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu’nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang. Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala. Sungguh ajaib… Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata Rabbi, wa ana ‘abduka… Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, “Bersabarlah wahai ustadz…InsyaALlah tempatmu di Syurga.” Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, ‘algojo penjara’ itu bertambah memuncak amarahnya. Ia diperintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai. “Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah orang tua dungu, bumi Sepanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapak kami, Tuhan Yesus. Anda telah membuat aku benci dan geram dengan ‘suara-suara’ yang seharusnya tak pernah terdengar lagi di sini. Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mau minta maaf dan masuk agama kami.” Mendengar “khutbah” itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan tajam dan dingin. Ia lalu berucap, “Sungguh…aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, ALlah. Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh.” Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah ‘buku kecil’. Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat. “Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!” bentak Roberto. “Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!”ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu lars berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan ‘algojo penjara’ itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung. “Ah…sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini.” suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan “aneh” dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol. Akhirnya Roberto duduk disamping sang ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak. Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia. Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara. Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib. Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Bocah mmungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi yang tak sudah bernyawa, sembari menggayuti abuyanya. Sang bocah berkata dengan suara parau, “Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa….? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi…” Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya bocaah itu berteriak memanggil bapaknya, “Abi…Abi…Abi…” Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam. “Hai…siapa kamu?!” teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. “Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi…” jawab sang bocah memohon belas kasih. “Hah…siapa namamu bocah, coba ulangi!” bentak salah seorang dari mereka. “Saya Ahmad Izzah…” sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi. Tiba-tiba “plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah. “Hai bocah…! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu. Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang ‘Adolf Roberto’…Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!” ancam laki-laki itu. Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.

Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah ‘tanda hitam’ ia berteriak histeris, “Abi…Abi…Abi…” Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai ‘tanda hitam’ pada bahagian pusar. Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, “Abi… aku masih ingat alif, ba, ta, tha…” Hanya sebatas kata itu yang masih terakam dalam benaknya. Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyeksanya habis-habisan kini tengah memeluknya. “Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi, tunjukkan aku pada jalan itu…” Terdengar suara Roberto memelas. Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran ALlah. Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap. “Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,” Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah “Asyahadu anla Illaaha ilALlah, wa asyahadu anna Muhammad Rasullullah…’. Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini. Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, ‘Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya…” Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman ALlah…

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ALlah, tetaplah atas fitrah ALlah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah ALlah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS: 30:30)

Joomla Configuration pada SPANEL

Setelah kita membuat sebuah website dengan menggunakan CMS Joomla di local PC kita atau disebuah hosting yang tidak menggunakan SPANEL, kemudian website tsb kita Migrasikan / Upload ke web hosting yang menggunakan SPANEL seperti web hosting MWN, bagi para pengguna Joomla maka kita perlu mengedit file Configuration.php-nya.

Parameter-parameter seperti setting koneksi untuk database (user, password, host, nama database) dan juga log_path dan tmp_path perlu disesuaikan dengan setting-an server yang baru tsb.

Untuk log_path dan tmp_path, adalah direktory fisik untuk folder log dan tmp di Joomla. Nah pada SPANEL dashboard kita hanya bisa melihat root nya dimulai dari /sites/.

Contoh :

 

 

Namun sebenarnya fisik dari direktory kita masih ada lagi didepannya :D, tapi tidak ditunjukan oleh SPANEL nya.
Kita masih bisa melihat directory instalasi Joomla, di Joomla Administrator -> Help -> System Info pada Tab Directory Permission

 

 

 

 

Dapat dilihat bawah directory dimulai : /home/sloki/user/h93444/site/ …..

Nah, sekarang sesuaikan lah dengan SPANEL anda.

 

Selamat Mencoba