Functional Spec dan Non Functional Spec

Pada tahap requirement gathering, kita harus mengumpulkan kebutuhan S/W selengkap-lengkapnya, kebutuhan fungsional maupun kebutuhan non fungsional. Kebutuhan fungsional berhubungan dengan fitur S/W yang ingin dibuat, sedangkan kebutuhan non fungsional tidak secara langsung terkait pada fitur tertentu. Kebutuhan non fungsional memberikan batasan pada kebutuhan fungional.

https://i0.wp.com/www.its-all-design.com/wp-content/uploads/2013/07/Business-Analysis-in-Pictures.pngContoh kebutuhan fungsional adalah (mis. untuk aplikasi perpustakaan) meminjam buku (mencatat peminjaman buku), mengelola denda, dll. Contoh kebutuhan non fungsional adalah keamanan (aplikasi hanya bisa diakses oleh pengguna yang berhak), performansi (respon aplikasi tidak boleh lebih dari 2 detik), dll.

Baik kebutuhan fungsional maupun non fungsional, harus dapat diukur dan dievaluasi di akhir pekerjaan, untuk menentukan keberhasilan dan kelengkapan pekerjaan.

Setelah mendapatkan requirement gathering, kita lakukan analisis dan kemudian kita buat design spesifikasi teknisnya. Dan baik kebutuhan fungsional maupun non fungsional harus disertakan didalamnya, dan dokumen yang memuat kebutuhan tersebut adalah SRS (Software Requirement Specification)

Adapun Dokumen FSD (Functional Specification Document) ialah memuat design teknis saja seperti UML, ER Diagram, UI Design

Sumber : http://yaniwid.wordpress.com/2008/10/16/kebutuhan-fungsional-vs-non-fungsional/

About riahantoro
rhantoro.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: