Ujian CPNS Depkeu 2008

Senayan

Senayan

Hari rabu kemarin 30 Juli 2008, bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, tlah diadakan ujian besar-besaran dilingkungan Departemen Keuangan, Ya.. pada hari itu sekitar 18.000 peserta CPNS Departemen Keuangan melakukan tes ujian saringan pertama, para peserta yang berasal dari Jabodetabek dan wilayah Jawa Barat itu berdatangan layaknya supporter sepak bola. Sebenarnya pada hari yang sama juga serentak secara nasional diadakan ujian CPNS Departemen Keuangan, tersebar pada wilayah area seperti Aceh, Medan, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya sampai ke Papua
still on progress

Advertisements

Itu Merah Bukan Hijau

Sepertinya artikel ini sudah cukup banyak ditulis oleh orang lain, dan sampai saat ini pun sering sekali dijumpai hal-hal yang itu itu lagi, hanya sekedar mengingatkan dan menyadarkan kepada kita semua tentang kesadaran berkendara dijalan raya ya.. tidak hanya kendaraan roda dua yang notabene rentan terhadap kecelakaan tetapi juga kendaraan roda empat, dan juga pejalan kaki. Kesadaran dari si pengendara kendaraan merupakan salah satu faktor penting guna menghindari musibah kecelakaan berlalu lintas selain dari faktor lain seperti kelayakan kendaraan tersebut, kondisi jalan tersebut, kondisi cuaca pada saat itu, kondisi fisik sipengendara tsb dan terakhir faktor X atau faktor ‘apes’ tapi setidaknya kita telah berusaha untuk mengkondisikan keadaan kita untuk “Safety” dari faktor tersebut

Seperti dikutip dari situs Lantas Polri, sampai pada akhir bulan Juli 2008 tercatat dibulan Juli ini saja terjadi 447 kecelakaan lalu lintas, 315 diantaranya hingga mengakibatkan luka-luka dan 75 sisanya mengakibatkan meninggal dunia. Sebuah angka-angka yang mengerikan, sebenarnya angka-angka tadi bisa diturunkan bila saja kita semua sebagai pemakai jalan raya sadar betul akan yang namanya keselamatan atau Safety. Ambil contoh kecil saja mengenai kesadaran berkendara, yaitu seringnya pengendara khususnya sepeda motor melanggar lampu lalu lintas. Bukannya “menganaktirikan” pengendara motor tapi memang itu faktanya, meskipun ada juga pengendara mobil.

Aku pun seorang pengendara sepeda motor yang aktif, setiap hari baik berangkat kerja maupun pulang banyak sekali kutemui para pengendara motor sering melintas lampu merah yang seharusnya ia berhenti, hal ini tentunya sangat berbahaya sekali karena dari arah yang berlainan yang sedang berwarna hijau traffic lightnya laju kendaraan begitu kencangnya, tentunya hal ini bisa mengakibatkan kecelakaan fatal gara-gara si pengendara bodoh yang mencoba-coba keberuntungannya melintasi lampu merah. Terkadang aku sering mengalami sendiri ketika lampu traffic light sedang hijau di jalanku, laju kendaraan ku pelankan ketika melintasi perempatan atau pertigaan, ya takut-takut dari arah yang lain ada kendaraan yang coba-coba menyeberang dan ternyata benar ada saja kendaraan yang coba melintasi jalan ku.

Kesadaran seperti ini mungkin dianggap sepele atau bahkan dilupakan oleh kebanyakan orang, tapi hal ini cukup penting, mengingat dari hal yang kecil ini bisa berakibat fatal atau kematian sekalipun. Jadi marilah kita bangun budaya kesadaran dari yang paling kecil dan dari diri sendiri dahulu, seperti kata Aa Gym yang populer dengan tausyiahnya “Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang terkecil, Mulai dari saat ini”. Dan gak ada ruginya koq jika dibandingkan dengan akibat yang bakalan bisa terjadi.

So be smart driver

10 Jam Pertama

Hari itu tampak begitu cerahnya, karena sang surya dengan jelas berada diatas kepala ku. Teriknya matahari sangat menyengat dikulitku, yang ketika itu hanya mengenakan kemeja pendek putih. Jam ditangan ku menunjukkan pukul 12:30 siang pada tanggal 5 juli 2008, selepas acara sunatan massal di Masjid Al-Muhajirin ku langsung bergegas pulang kerumah untuk bersiap-siap untuk melanjutkan aktifitas berikutnya. Istri ku yang kala itu sudah menunggu dirumah, tengah mempersiapkan perlengkapan yang harus kami bawa. Rencananya kami akan ke pergi ke daerah Jatinangor, kampus UNPAD (Universitas Padjajaran) tempat kakak ipar ku kost melanjutkan studi S2 nya. Kakak ipar ku mengajak kami, istri dan anaknya, mertua ku dan istri ku untuk berlibur di ‘kediaman’nya di sekitar kampus UNPAD. Mertua ku dan kakak iparku berserta istri dan anaknya berangkat duluan sekitar jam 10 pagi. Aku dan istri ku berangkat menyusul kemudian, setelah mengikuti acara di Masjid.

Baju, celana, handuk, alat mandi dan perlengkapan lainnya kami masukkan kedalam satu daypack berwarna hitam. Sedangkan makanan dan minuman dimasukkan kedalam tas kecil istri ku. Setelah dirasa cukup perlengkapan yang kami bawa untuk keperluan 1 hari 1 malam, kami langsung berangkat pukul 14:00, sandal jepit gunung kesukaanku merk eiger menemani ku dalam melangkah menuju jalan raya pondok gede. Tampak ceria sekali wajah istriku kala itu, maklum saja ini adalah bakal jadi perjalanan panjang kami setelah menikah, he..he.. maklum pengantin baru masih senang-senangnya jalan berduaan, kami menikah tanpa didului yang namanya proses pacaran. Alangkah indahnya pacaran setelah menikah, kita akan menemukan hal-hal yang baru yang sebelum kita belum temukan, kita tidak perlu ragu untuk memegang tangannya bahkan menjadi tempat sandaran kepala bagi dia, hal yang sebelumnya dilarang dalam agama sekarang dihalalkan bagi kita karena dia adalah pacarku dan istriku juga.

Kami awali perjalanan kami dengan menaiki angkot coklat K02 ke arah terminal bekasi, nampak istriku kelelahan dan sedikit terlelap dibahu kiriku, karena sebelumnya istri ikut membantu acara di Masjid. Sesampainya diterminal bekasi, kami langsung mencari bus-bus luar kota tetapi kami harus jalan beberapa meter dulu untuk dapat sampai. Sempat kakak ipar ku hari sebelumnya kasih informasi ancar-ancar angkot untuk menuju kampus UNPAD, dia bilang naik bus yang ke arah sumedang itu katanya lewat Unpad, atau ke arah cimahi turun di Cileunyi trs lanjut naik angkot kecil lagi begitu katanya pasti, tanpa ku bertanya kritis lagi, dan dengan pembawaan yang yakin kami menuju terminal bus.

Sesampainya diterminal, seperti layaknya yang namanya terminal-terminal lainnya, banyak sekali calo-calo bus menawarkan ‘keahliannya’ dalam menggaet calon penumpang dengan menyebut-nyebut bus jurusannya. Sontak yang teringat dipikiran ku langsung menyebutkan nama Sumedang, maksudnya biar langsung gak perlu naik angkot lagi setelah itu.
calo bus: “sumedang.. sumedang langsung berangkat..”
Pandangan kami langsung tertuju kepada bus 3/4 disebelah kanan kami, lalu aku tanyakan
aku: “lewat kampus UNPAD”,
calo bus: “unpad ?” (mungkin bingung)
aku: “iya. universitas padjajaran yang di jatinangor”
calo bus: “iya. lewat-lewat”
mendengar bus 3/4 tadi lewat kampus UNPAD, langsung aku melihat kaca depan bus tersebut bertuliskan “Bekasi – Wado”. Dalam pikiranku bertanya “Wado, daerah mana itu ?”, karena telah mendengar sayu-sayu calo bus tadi bilang lewat, tanpa pikir panjang lagi kami langsung menaiki anak tangga bus tersebut, dan ternyata kami penjadi penumpang pertama yang ada dibus tersebut, aku berpikir “Kalo begini kejadian, kapan berangkatnya tapi yah sudahlah menunggu saja dan nikmat perjalanan ini” kata ku. Aku langsung rebahkan daypack ku yang dari tadi kupanggul dengan gagahnya, ku letakkan diatas pahaku untuk mencoba beristirahat sejenak

still on progress…

Sunatan Massal di Masjid Al Muhajirin

Musim liburan anak sekolah telah berakhir, kini saatnya untuk merapihkan buku dan seragam untuk bergegas berangkat ke sekolah. Hampir anak sekolah di Jakarta masuk pada tanggal 14 Juli 2008 dan seperti biasa dari tahun ke tahun jalanan-jalanan disudut-sudut kota Jakarta kembali macet terutama yang dekat dengan sekolahan ketika hari pertama masuk sekolah, seperti yang ada didaerah lubang buaya.

Kalau kita menilik seminggu kebelakang ketika anak sekolah sedang libur panjang, banyak kegiatan untuk mengisi liburan anak sekolah. biasanya para orang tua mengambil cuti dalam kesempatan ini untuk mengajak liburan anaknya keluar kota, kalau tidak mau jauh-jauh Dufan menjadi sarana publik yang paling banyak diminati para keluarga, sebagian lagi mengambil moment ini untuk khitan atau sunnat yang merupakan sunnah rasul dalam islam untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada alat kemaluan pria.

Banner Sunatan Massal

Banyak lembaga-lembaga sosial yang mengadakan Sunatan Massal untuk orang-orang yang tidak mampu, karena memang biaya untuk khitan sendiri biasanya tidak murah. Termasuk salah satunya yang terdapat di Masjid Al-Muhajirin perumahan Jatikramat Indah I Pondok Gede Bekasi. Acara ini diadakan pada hari Sabtu, 5 Juli 2008, sekitar 60 anak tidak mampu telah dikhitan yang berasal dari anak-anak sekitar perumahan Jatikramat Indah I dan ada juga 10 anak yang berasal dari Manggarai yang dibawa sama PKPU. Acara yang terselenggara berkat kerjasama DKM Masjid Al-Muhajirin, RISMA (Remaja Islam Masjid Al-Muhajirin), Ibu-Ibu Pengajian Masjid Al-Muhajirin, warga Jatikramat Indah I dan PKPU lembaga kemanusiaan nasional untuk tenaga medis. Dipelataran Masjid, semua peserta khitan dikumpulkan tepat pada pukul 07.30 pagi, sebelumnya itu para peserta khitan yang rata-rata didampingi oleh keluarganya harus daftar ulang dimeja panitia, dimeja panitia para peserta yang kebanyakan anak SD ini dikasih baju koko berwarna putih dan sarung sebagai seragamnya. Sesi foto peserta mengawali acara diikuti rentetan pembukaan dimulai dari sambutan dari Ketua Pelaksana acara Bp H. Solehuddin, sambutan Ketua DKM Bp H. Giri Harsono, penjelasan dari tim medis PKPU dan do’a. Pada kesempatan kali ini aku ditugaskan sebagai seksi dokumentasi.

Terdapat 6 dokter dan 6 perawat dari PKPU yang membantu dalam proses khitan ini. satu-satu persatu peserta khitan di sunnat. Ada baru yang berumur 5 tahun telah berani dikhitan sampai ada yang berumur 24 tahun baru dikhitan. Jeritan dan tangisan para peserta khitan sering terdengar dalam ruangan sekretariat masjid yang disulap menjadi ‘ruang bedah sementara’ lengkap dengan AC dan alat bedahnya, sedikit ocehan-ocehan para peserta khitan kadang membuat tertawa orang yang berada disitu, ada juga yang karena ketakutannya anak tersebut sampai pipis diatas kasurnya, ada juga anak yang tenang dan adem ayem saja seolah tidak terjadi apa-apa dengan dirinya. Bau daging asap sangat terasa dalam ruangan tersebut, karena memang tim medisnya menggunakan apa yang disebut teknik laser, tapi tidak lebih dari 2 besi panas dari listrik yang digosokkan ke sisa kulit dari alat kemaluan pria. Peran orang tua atau keluarganya sangat penting untuk memberikan motivasi kepada anaknya karena sang anak yang rata-rata menangis itu diperlukan kesabaran dan kasih sayang dari sang orang tua-nya.

Sementara itu acara diluar ‘ruangan bedah’ yang digunakan untuk tempat khitan, ada acara panggung boneka yang ditujukan untuk menghibur para peserta khitan yang kebanyakan anak SD. Panggung boneka yang dibawakan monolog dari PKPU ini cukup menghibur buktinya banyak anak-anak yang tertawa dan larut dalam acara tersebut. Nampak disisi sebelahnya tim marawis yang siap menghibur dengan alunan gambus islami.

Tangisan Seorang Bocah

Tangisan Seorang Bocah

Semua peserta khitan telah dikhitan, tinggal menyisakan 1 orang yang tidak tergabung dalam rombongan anak-anak tadi yang ternyata juga akan dikhitan. Orang ini telah berumur 24 tahun, dan pemuda ini baru saja menjadi mualaf dan Subhanallah Allah telah memberikan hidayah kepada umatNya untuk berkhitan. Pemuda ini tidak malu untuk mengikuti acara ini meskipun usianya sudah tidak kecil lagi, sebuah hikmah yang besar yang terkandung didalamnya. Nabi Ibrahim saja baru dikhitan pada usia 80 tahun dengan menggunakan kapak, ini menunjukan betapa pentingnya perintah berkhitan. Acara telah selesai dengan terakhir mengkhitankan pemuda tadi dan Alhamdulilah acara berjalan dengan lancar.

Sebuah acara yang bukan merupakan seromoni melainkan dakwah sosial dengan menghidupkan sunah rasul ditengah masyarakat. Dalam agama islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketaatan kita kepada ajaran agama. Dalam hadist Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian (fitrah) itu ada lima:khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur bulu ketiak, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku” (H.R Bukhari Muslim). Mudah-mudah kita termasuk orang-orang didalamnya yang senantiasa taat dan menghidupkan sunah Rasul.

Welcome Back

Aku kembali.. Setelah lama domain punyaku http://rhantoro.net tidak aktif lagi, he..he.. karena blm diperpanjang domainnya untuk 1 tahun kedepan plus ditambah dendanya. Jadi kangen mau nulis lagi, akhirnya dibuatlah blog ini untuk melatih daya ingat pengalaman-pengalaman ku yang pernah ku lalui agar tidak terlalu berat beban otak ini mengingat kisah2 ku, meskipun tidak semuanya yang kutulis disini berasal dari pengalaman hidup ku, ada juga tulisan dari tempat lain tentunya dengan menyebutkan sumbernya dan tanpa bermaksud untuk menjiplak hasil karya dari orang lain. Yah sekedar menjadi tempat curahan hati dan melatih kemampuan ku untuk menulis, mudah-mudahan minimal ada yang baca, dan lebih lagi bermanfaat bagi orang lain.

what you read is what you talk and…
what you hear is what you write

Nice Surf